Skip to main content

Saya Mencarimu. Kamu Temukan Saya, Oke?

Beberapa waktu telah berlalu bersama dengan banyak selamat meliputinya.  Sebagian besar yang berbaik hati menyelipkan doa untuk mengantarku mencarimu, tujuan utamaku setelah euforia hari itu. Mengakhiri satu waktu berpindah ke waktu yang lain.


Kutahu mencarimu tak semudah itu. Aku sendiri berjanji, akan menjauhkan diri dari segala keluh dan pantang menyerah bila nanti kamu tak juga kutemui. Aku bersiap, bila nanti semua ucapan selamat akan berbalik menjadi pertanyaan-pertanyaan yang bisa mematahkan semangat.

Maka perjalananku pun dimulai. Pertama, aku memutuskan menjelajahimu melalui akses dunia maya. Setelah beberapa minggu, tak kunjung juga kudapati kabar darimu. Teman-temanku pun turut membantu, mereka sesekali memberikan clue mengenai keberadaanmu. Aku mencoba mencarimu di situ, tapi kita masih belum bertemu. Ada rasa kesal saat aku pulang, rebah di kasur sambil memejam mata. Memikirkan bagaimana besok aku harus membunuh waktu yang seharusnya aku habiskan untuk kamu. Tapi kamu mengingatkan aku yang bukan panyabar ini pada satu hal; Bahwa setiap hasil membutuhkan prosesnya masing-masing. Usaha dan waktu. Berusaha sampai waktunya tiba.

Kamu heran bukan, kenapa aku begitu berkeras mencarimu? Seseorang pernah mengatakan, kamu bukan hanya penyambung kebutuhan hidup tapi kebutuhan hidup itu sendiri. Aku setuju dengannya. Sebab, jika tak ada kamu, seseorang akan hidup dalam kekosongan dan ketidakpastian setiap hari. Dan  lagi, siapa tahu kamu membuka kesempatanku bertemu dengan si dia nanti.

Intinya, kita harus segera bertemu terlebih dahulu.





Salatiga, 21 November 2017
Satu bulan setelah lulus





Comments