Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Tidak Lebih Baik dengan Kehilangan

Tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain menutup rapat sisa-sisa kenangan.  Bayanganmu masih kulihat dimana-mana dan aku tak sanggup setiap hari mempertanyakan apa ini kegilaan atau hanya perkara waktu menuju keterbiasaan?   Kepergianmu memaksaku mengemasi diri sendiri, entah ke mana kan pergi Apa yang lebih buruk daripada tidak ada lagi kamu di sini? Ternyata pelukmu muasal tenang dan aku tak merasa lebih baik dengan kehilangan.

Sebuah Tulisan Sebagai Penggemar Kereta Api

Siapa yang lebih suka bepergian naik kereta daripada naik pesawat? Jika tidak ada urusan mendesak dan tujuannya santai, maka saya akan dengan senang hati memilih naik kereta ketimbang pesawat, seperti saat mudik lebaran kemarin. Saya memang sudah menyiapkan waktu jauh-jauh hari supaya bisa pulang ke Solo dengan kereta. Saya excited banget, setiap hari biasanya selalu cepat dan buru-buru karena urusan pekerjaan, kali ini bisa libur dan menyediakan waktu untuk menikmati perjalanan mudik naik kereta. Sebagai penggemar kereta api (((penggemar kereta api))), saya pengen share hal-hal yang saya sukai ketika bepergian dengan kereta: 👍 Duduk di kursi yang dekat jendela     Kalau masih banyak pilihan seat , saya selalu pilih seat yang dekat dengan jendela. Karena apa? Karena saya suka banget menikmati pemandangan di luar selagi perjalanan. Sebagai sarana refleksi juga, bisa lihat pemandangan sawah, sungai dan pedesaan yang tidak ditemukan setiap hari; menikmati pemand...

Saya harap Saya Bisa Jujur

Tulisan ini hanya untuk sekadar mengurangi sedikit beban di kepala saja, bukan bermaksud mengirim kode pada siapa pun. Tapi kalau kamu merasa, ya sudah......tetap saja ini bukan tentang kamu. Kita tahu sesuatu tak akan bisa dipaksakan. Tapi setidaknya kita bisa jujur untuk membuat perasaan lebih baik. Setelah hari itu kamu tidak henti-hentinya memenuhi kepala saya, saya tidak cukup bodoh menyadari kalau memang iya saya punya perasaan khusus terhadap kamu. Setelah tiga tahun, merasakan kembali mempunyai seseorang yang mengisi hati jadi terasa lucu; Tiba-tiba saya menemukan diri saya ingin berada di ruangan yang sama dengan ruanganmu ketika jam kerja. Kesempatan saya melihat kamu adalah waktu yang....saya rela meninggalkan kesibukan saya sejenak hanya untuk melihat sepintas kamu. Bertemu malu, tidak bertemu rindu. Menyukaimu memang semudah itu. Tapi di saat yang sama, saya juga harus menerima kenyataan bahwa bersama dengan kamu tidak akan mudah. Menyadari perasaan saya, pelan-pel...

Merasa Lelah itu Manusiawi

Akhirnya setelah beberapa bulan saya anggurin, bisa kembali lagi menulis di sini.  Saya hanya mau menumpahkan sebagian kecil kelelahan saja kali ini, karena beberapa hal yang terjadi belakangan ini, cukup menguras emosi. Entah dengan apa yang dikerjakan atau dengan orang-orang yang saya hadapi di pekerjaan (beberapa dari mereka luar biasa baik, sisanya cukup. cukup membuat saya capek...hahahaha). Setiap hari berusaha untuk selalu survive dari hal-hal negatif dan hari-hari yang berat bukan hal mudah bagi saya. Tak jarang saya kalah dengan rasa kecewa atau rasa sedih. Tapi disitu lah tantagannya; sebuah seni menerima. Menerima jika segala sesuatu tidak selalu bisa berjalan sesuai dengan rencana, menerima bahwa diri sendiri juga mempunyai batas, menerima kalau tidak semua orang bisa berterima dengan apa yang kita lakukan. Merasa lelah itu manusiawi, kan? Boleh lah kita merasa lelah dan menyerah dengan keadaan yang terjadi di sekitar kita. Tapi lebih dari itu semua, saya s...