Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2020

Mimpi

Bukan kamu yang salah membuatku menganggapmu istimewa. Bukan juga waktu saat kita bersama-sama dan kukira kamu sama bahagianya.  Kamu datang dan ada ruang kosong dihatiku yang menemukan dunia baru. Aku terpikat pada sederhana dan rasa nyaman yang terpancar setiap kali kita bertemu. Tanpa sadar, aku menjadikanmu pusat tak peduli dengan diriku yang mungkin saja tersesat.  Lalu saat semua kurasa akan baik-baik saja,  kamu pergi dan lagi-lagi perpisahan itu tak terhindarkan; meninggalkan duniamu yang tercipta dalam seorang aku. Setelah itu, hidup semata-mata hanya proses respirasi pernapasan.   Kamu ada di mana-mana dan hampa ini terdengar lebih keras gaungnya. Kamu terasa dekat bahkan kita tak lagi bersama-sama. Kamu masih ada bahkan dalam mata terpejam;   Walau hanya mimpi   aku tak berani membayangkan hatiku akan patah berkali-kali. 

Patah

Kalau dari apa yang kita tulis dan pikirkan bisa menjadi kenyataan, maka biarlah aku menggantungkan sekecil-kecilnya harapan pada kemungkinan itu. Aku akan menuliskan tentangmu, memikirkan tentangmu, supaya kamu bisa ada di sini.  Sebab sekarang, tak ada yang lebih baik yang bisa kulakukan selain menuliskan betapa aku merindukanmu, tak habis- habis setiap hari. Sebab sekarang, tak ada yang lebih baik yang bisa kulakukan selain memikirkan apa saja yang akan kulakukan kalau kamu kembali di sini.  Masih kudoakan tiap-tiap malam supaya dilunakkan Tuhan keras hatimu,  Dialah Yang Maha membolak-balikkan hati manusia dan semoga kamulah yang diciptakan-Nya untukku. Semoga jarak dan waktu ini hanya sementara dan perpisahan kita tak selamanya.  Semoga bila tidak dengan kamu, Tuhan tolong jaga aku dari patah hati yang lebih dari yang pernah kualami.