Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Mimpi

Bukan kamu yang salah membuatku menganggapmu istimewa. Bukan juga waktu saat kita bersama-sama dan kukira kamu sama bahagianya.  Kamu datang dan ada ruang kosong dihatiku yang menemukan dunia baru. Aku terpikat pada sederhana dan rasa nyaman yang terpancar setiap kali kita bertemu. Tanpa sadar, aku menjadikanmu pusat tak peduli dengan diriku yang mungkin saja tersesat.  Lalu saat semua kurasa akan baik-baik saja,  kamu pergi dan lagi-lagi perpisahan itu tak terhindarkan; meninggalkan duniamu yang tercipta dalam seorang aku. Setelah itu, hidup semata-mata hanya proses respirasi pernapasan.   Kamu ada di mana-mana dan hampa ini terdengar lebih keras gaungnya. Kamu terasa dekat bahkan kita tak lagi bersama-sama. Kamu masih ada bahkan dalam mata terpejam;   Walau hanya mimpi   aku tak berani membayangkan hatiku akan patah berkali-kali. 

Patah

Kalau dari apa yang kita tulis dan pikirkan bisa menjadi kenyataan, maka biarlah aku menggantungkan sekecil-kecilnya harapan pada kemungkinan itu. Aku akan menuliskan tentangmu, memikirkan tentangmu, supaya kamu bisa ada di sini.  Sebab sekarang, tak ada yang lebih baik yang bisa kulakukan selain menuliskan betapa aku merindukanmu, tak habis- habis setiap hari. Sebab sekarang, tak ada yang lebih baik yang bisa kulakukan selain memikirkan apa saja yang akan kulakukan kalau kamu kembali di sini.  Masih kudoakan tiap-tiap malam supaya dilunakkan Tuhan keras hatimu,  Dialah Yang Maha membolak-balikkan hati manusia dan semoga kamulah yang diciptakan-Nya untukku. Semoga jarak dan waktu ini hanya sementara dan perpisahan kita tak selamanya.  Semoga bila tidak dengan kamu, Tuhan tolong jaga aku dari patah hati yang lebih dari yang pernah kualami.

Jalan Pulang

 Kau datang dan mengajakku ke tempat yang tak kukenali  Mengangkatku dari asing yang menahun tinggal di tubuhku Sejak itu, langkahku tak lagi sendiri Kau menggenggam tanganku,  mewujudkan tempat di mana kuingin menjejakkan kaki. Bersamamu, seluruh sudut kota adalah kita dan waktu yang sejenak terhenti. Kau lekat dengan semua hal yang takut kulepaskan, Aku memelukmu seakan kau bukanlah salah satu dari mereka Kau adalah sementara yang dengan naif kupercayai sebagai selamanya,  Nyata juga pergi pada akhirnya   Saat kuingat, aku tak kenal lagi kembali Aku merindukan jalan pulang menuju di mana pun kau berada sekarang.         Alam Sutera, November 2020