Akhirnya setelah beberapa bulan saya anggurin, bisa kembali lagi menulis di sini.
Saya hanya mau menumpahkan sebagian kecil kelelahan saja kali ini, karena beberapa hal yang terjadi belakangan ini, cukup menguras emosi. Entah dengan apa yang dikerjakan atau dengan orang-orang yang saya hadapi di pekerjaan (beberapa dari mereka luar biasa baik, sisanya cukup. cukup membuat saya capek...hahahaha).
Setiap hari berusaha untuk selalu survive dari hal-hal negatif dan hari-hari yang berat bukan hal mudah bagi saya. Tak jarang saya kalah dengan rasa kecewa atau rasa sedih. Tapi disitu lah tantagannya; sebuah seni menerima. Menerima jika segala sesuatu tidak selalu bisa berjalan sesuai dengan rencana, menerima bahwa diri sendiri juga mempunyai batas, menerima kalau tidak semua orang bisa berterima dengan apa yang kita lakukan. Merasa lelah itu manusiawi, kan?
Boleh lah kita merasa lelah dan menyerah dengan keadaan yang terjadi di sekitar kita. Tapi lebih dari itu semua, saya selalu menekankan pada diri sendiri; jangan karena sedang tidak sepakat dengan keadaan, menjauhkan saya dari rasa bersyukur. Rasa kecewa saya hanya punya waktu 24 jam, setelah itu saya harus bangkit lagi mengerjakan hal lain. Kenyataannya, hari-hari berat itu ada dan saya bisa merasa hidup melalui masalah-masalah yang saya hadapi.
Jadi, masih mau terpaku pada satu kekecewaan yang sia-sia padahal hidup jalan terus? tagihan dan cicilan apa lagi :)
Boleh lah kita merasa lelah dan menyerah dengan keadaan yang terjadi di sekitar kita. Tapi lebih dari itu semua, saya selalu menekankan pada diri sendiri; jangan karena sedang tidak sepakat dengan keadaan, menjauhkan saya dari rasa bersyukur. Rasa kecewa saya hanya punya waktu 24 jam, setelah itu saya harus bangkit lagi mengerjakan hal lain. Kenyataannya, hari-hari berat itu ada dan saya bisa merasa hidup melalui masalah-masalah yang saya hadapi.
Setiap kali kita merasa ingin menyerah, ingat bahwa hidup bukan hanya punya kesedihan. Kita pernah tertawa lepas dan bahagia menjalaninya.
Jadi, masih mau terpaku pada satu kekecewaan yang sia-sia padahal hidup jalan terus? tagihan dan cicilan apa lagi :)
Comments
Post a Comment