Skip to main content

Hujan Hari ini

Hari ini hujan turun, menandai kepergianmu yang tak lagi terhitung hari. 

Rintiknya deras. Mereka bak satu per satu rindu yang pasrah jatuh ke tanah; aromanya mengingatkanku yang nyatanya tak pernah melupakanmu sejak hari ke satu. 

Aku masih berjuang mendengar sepotong kabar darimu. Masih berusaha membiasakan diri dengan ketiadaan dan keinginan memelukmu; rentang kedua tanganmu pernah selalu menyambutku dan menjadi selimut paling hangat yang menepis segala resah dan hilang arah.

Satu jam hujan turun. Mengalirkan kehampaan menuju pekarangan rumah yang sunyi. Menggenang, lalu meresap menghidupi akar-akar cemas dan sedih. 

"Semua yang ada padamu akan baik-baik saja" katamu waktu itu.

Semua yang ada padaku hanya perlu kau rengkuh. Cepat pulang dan tinggal lebih lama kali ini.

 


 


 


 

 

 



 

 

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Apa Rupa Cinta

Seperti apa rupa cinta? Kau kemudian menyinggung tentang rumahmu di kampung halaman, tempat segala sesuatu berawal. Kau menceritakan bagaimana seorang bayi memulai kehidupan dari gendongan Ibunya hingga Ia beranjak pergi menghadapi sendiri dunia nyata.   Lalu apakah cinta adalah sepasang tangan yang menimangmu di hari pertama kau datang ke dunia dan merawatmu hingga hari ini kau berada? Kau meninggalkan rumah dan pergi mencari jawaban ke kota-kota besar, mulai berkenalan dengan segala kesibukan dan kesenangan yang membuatmu jarang pulang.  Sesekali kau memberi kabar singkat Ibumu dan menerima doa-doa baik sebagai jawaban.  Di lain waktu, kesempatan membawamu ke tempat yang lebih tinggi. Kau bisa menikmati segala indah dan gemerlap yang ada di bawah sana, lebih luas dari yang sebelumnya bisa kau jangkau. Kini, jangankan pulang, kabarmu seringkali hanya menjadi kemungkinan belaka. Dalam perjalanan hidup, tahun-tahun berlalu semakin membentuk matang dirimu.  Kau me...

Precipice

Of all days in August Of all the random talks Of all the time we spent amidst your busy schedule Of all the unspoken words during our lunch together Of all the unsent messages of  "how was your day?" Going deeper into the detached connection and affection,  the missing  profound and meaningful conversation, the endless emptiness and pain, and every hug and touch that should've felt like coming home Now, for  the thousand times, still leaves me wondering  if every relationship has its own precipice, what kind of precipice is manifesting ours? Kelapa Gading, 4th September 2023 When August slipped away into a moment in time and you weren't mine to lose

2:1

Betapa aneh ingatan itu tiba-tiba ia memantik kenangan  di masa lalu. Sudah lama bukan,  waktu kita saling berbagi hari? Waktu kumulai pagiku  dengan menyeduhkanmu kopi; rutinitas yang bukan hanya kuhapal dalam kepala tapi juga dalam hati. Selalu dua banding satu,  takaran kopi dan gulamu.  Selalu bertambah satu,  beban ingatanku melupakanmu.  Jakarta, 3 September