Hari ini hujan turun, menandai kepergianmu yang tak lagi terhitung hari.
Rintiknya deras. Mereka bak satu per satu rindu yang pasrah jatuh ke tanah; aromanya mengingatkanku yang nyatanya tak pernah melupakanmu sejak hari ke satu.
Aku masih berjuang mendengar sepotong kabar darimu. Masih berusaha membiasakan diri dengan ketiadaan dan keinginan memelukmu; rentang kedua tanganmu pernah selalu menyambutku dan menjadi selimut paling hangat yang menepis segala resah dan hilang arah.
Satu jam hujan turun. Mengalirkan kehampaan menuju pekarangan rumah yang sunyi. Menggenang, lalu meresap menghidupi akar-akar cemas dan sedih.
"Semua yang ada padamu akan baik-baik saja" katamu waktu itu.
Semua yang ada padaku hanya perlu kau rengkuh. Cepat pulang dan tinggal lebih lama kali ini.
Comments
Post a Comment