Skip to main content

Kejutan yang Agak Ngagetin

Someone is turning 22 today....
Hey, Martania...don't be afraid, youth is not over.
Because life has just begun!

*nyanyi-nyanyi lagunya mbak TS yang 22*


Selamat yah, udah paling kecil, paling pendek, tapi tua! Jangan khawatir tan, seiring bertambahnya usia, itu berarti semakin dekat ke........

ke........





Ke masa dapan, tan! :D :D

Sebagai temen seperjuangan yang perhatian, ceritanya kami berempat, saya, Witta, Inta, dan Tessa berniat memberikan kejutan gitu. Perencanaan kejuatan itu dipelopori sama si Witta dengan membuat grup chat terselubung di Line untuk ngomongin perayaan ultah kecil-kecilan ini. Dan...bukan kita namanya kalo nggak diawali dengan drama. Gaya-gayaan mau kasih kejutan ultah si Martembem, tanggal lahirnya yang bersangkutan aja Witta lupa, dong.....dibilangin malah ngeyel. Emang minta digembosin ini perempuan >_<
Drama Chat "tanggal berapakah martania lahir?"

Besoknya, setelah berhasil meyakinkan Witta kalo ultahnya Martembem hari ini, kami bertiga (saya, Inta dan Witta) beli kue ultah dan langsung menuju ke tempat janjian. Sesampainya di sana, Witta langsung nitipin kuenya ke mbak waiters untuk dikeluarin sebagai kejutan, nanti pas habis order makanan.  
Birthday Cakenya Martembem

15 menit kemudian, lakonnya dateng, Martania sama pacarnya. kami ngobrol ngalor-ngidul seperti nggak ada apa-apa hari ini sembari nunggu Tessa dateng. Orangnya dateng nggak lama kemudian, dengan gaya cool, ceria, dan rambut baru nya yang habis di smoothing. Memeluk Martania dari belakang, bilang "SELAMAT ULANG TAHUN MARTANIA"

KAMPRET. PRET. PRET. KITA MASIH PURA-PURA, WOY!
 
Setelah itu ada pandangan aneh dari Martania. Saya yakin orang dengan kepekaan diatas normal seperti Martania pasti menyadari sesuatu. Sabar, Martembem....

Akhirnya, setelah pesen makanan, kuenya beneran keluar...Yah setidaknya mbaknya waiters ngga pake drama lupa ngeluarin kue hihihi. Nggak kebayang aja gitu. 

Dan Martania, entah kaget apa dikaget-kagetin, dia agak kaget beneran. Ngomong apasih...


Yah intinya, si Martembem begitu liat mbak waitersnya masih di ambang pintu sambil bawa kue dia udah histeris gitu ngucapin terima kasih. Yaelah, mar, untung pengunjung kafe cuman kita....lah kalo ternyata udah teriak bilang terima kasih eh gataunya itu kue punya orang lain gimance, Mar? :D :D

kenceng bener kalo pada suruh foto
  
Tapi mau ini kejutan beneran atau kejutan yang agak ngagetin, lebih dari itu semua, semoga kamu menikmati kebersamaan yang ada di dalamnya, dan selama kurang lebih 3 tahun ini. College may have an end in 3 or 4 years, but we have forever to remember each other.

"Semoga habis lulus dan terjun ke jungle nggak banyak kucingnya, Ya Tuhan..."
Selamat menempuh usia yang baru, selamat menyusun rencana, dan semoga tidak mudah putus asa dengan hidup yang sering tak sesuai rencana. Life is more surprising than what your friends ever done to you!







*all photos from Dewinta's phone

Comments

Popular posts from this blog

Seperti Apa Rupa Cinta

Seperti apa rupa cinta? Kau kemudian menyinggung tentang rumahmu di kampung halaman, tempat segala sesuatu berawal. Kau menceritakan bagaimana seorang bayi memulai kehidupan dari gendongan Ibunya hingga Ia beranjak pergi menghadapi sendiri dunia nyata.   Lalu apakah cinta adalah sepasang tangan yang menimangmu di hari pertama kau datang ke dunia dan merawatmu hingga hari ini kau berada? Kau meninggalkan rumah dan pergi mencari jawaban ke kota-kota besar, mulai berkenalan dengan segala kesibukan dan kesenangan yang membuatmu jarang pulang.  Sesekali kau memberi kabar singkat Ibumu dan menerima doa-doa baik sebagai jawaban.  Di lain waktu, kesempatan membawamu ke tempat yang lebih tinggi. Kau bisa menikmati segala indah dan gemerlap yang ada di bawah sana, lebih luas dari yang sebelumnya bisa kau jangkau. Kini, jangankan pulang, kabarmu seringkali hanya menjadi kemungkinan belaka. Dalam perjalanan hidup, tahun-tahun berlalu semakin membentuk matang dirimu.  Kau me...

Precipice

Of all days in August Of all the random talks Of all the time we spent amidst your busy schedule Of all the unspoken words during our lunch together Of all the unsent messages of  "how was your day?" Going deeper into the detached connection and affection,  the missing  profound and meaningful conversation, the endless emptiness and pain, and every hug and touch that should've felt like coming home Now, for  the thousand times, still leaves me wondering  if every relationship has its own precipice, what kind of precipice is manifesting ours? Kelapa Gading, 4th September 2023 When August slipped away into a moment in time and you weren't mine to lose

2:1

Betapa aneh ingatan itu tiba-tiba ia memantik kenangan  di masa lalu. Sudah lama bukan,  waktu kita saling berbagi hari? Waktu kumulai pagiku  dengan menyeduhkanmu kopi; rutinitas yang bukan hanya kuhapal dalam kepala tapi juga dalam hati. Selalu dua banding satu,  takaran kopi dan gulamu.  Selalu bertambah satu,  beban ingatanku melupakanmu.  Jakarta, 3 September