Skip to main content

22!

Apa yang lebih membahagiakan dari perasaan dicintai, diinginkan, dan dianggap berharga? Walaupun mungkin ada, setidaknya bagi saya ketiga hal tadi adalah termasuk diantaranya.  Mengetahui bahwa kita menjadi bagian dari hidup seseorang, bisa memliki kesempatan untuk saling mengingat dan saling memperhatikan :)




Rabu, jam 8 pagi kemarin, adik saya, Tantri. Dia datang berdiri di depan pintu kostan saya dengan senampan kue dan puding diatasnya. Saya tahu dia pasti ingat hari ini, tapi saya tidak tahu dia akan peduli seperti itu. Sejenak langsung melintas dipikiran saya, ini bukan yang pertama kalinya....saya pernah mengabaikannya waktu itu :(

Tantri and my-just woken-up-face

Kali ini Tantri membuat kejutan kecil untuk saya, sesuatu yang bahkan tak pernah saya lakukan untuk dia di hari ulang tahunnya selama ini. I'm not typical of person that really like any kind of surprises, but she sincerely brought it to me and...it made me happy :)




She asked me to take shower and put some makeup :)

Di lain waktu, Tantri selalu berhasil menjadi saudara perempuan yang baik untuk saya dengan apa yang dia lakukan. Sementara saya masih sering kali belum menjadi seseorang yang seharusnya bagi dia, meskipun dia selalu bilang kalau saya yang terbaik. Satu hal yang Tantri tidak tahu; kalau menjadi yang terbaik adalah keinginan saya dan itu proses yang sedang saya jalani untuk mencapai tahap "terbaik" itu dengan segala kekurangan yang saya miliki sekarang. 

***

Tak ketinggalan, perempuan-perempuan hebat saya. Ngga usah diceritain panjang-panjang yah soal mereka..udah sering sih sebelumnya :p

Makasih aja nggak cukup buat kalian, udah terlalu banyak hal yang dibagi untuk sekedar dibilang makasih :)...Kami bertemen dari tahun pertama kuliah. Mereka selalu bantuin saya dan selalu inget saya...yah sejauh ini kita memang saling inget satu sama lain sih. I love the way we celebrate our friendship...

Yaelah, pada bandel banget. Birthday greeting is more than enough, really :)

a box of Meat Lover...from my Favorites!




Now I'm officially 22! Thank you for making me the luckiest March Baby, you guys!



  



Comments

Popular posts from this blog

Seperti Apa Rupa Cinta

Seperti apa rupa cinta? Kau kemudian menyinggung tentang rumahmu di kampung halaman, tempat segala sesuatu berawal. Kau menceritakan bagaimana seorang bayi memulai kehidupan dari gendongan Ibunya hingga Ia beranjak pergi menghadapi sendiri dunia nyata.   Lalu apakah cinta adalah sepasang tangan yang menimangmu di hari pertama kau datang ke dunia dan merawatmu hingga hari ini kau berada? Kau meninggalkan rumah dan pergi mencari jawaban ke kota-kota besar, mulai berkenalan dengan segala kesibukan dan kesenangan yang membuatmu jarang pulang.  Sesekali kau memberi kabar singkat Ibumu dan menerima doa-doa baik sebagai jawaban.  Di lain waktu, kesempatan membawamu ke tempat yang lebih tinggi. Kau bisa menikmati segala indah dan gemerlap yang ada di bawah sana, lebih luas dari yang sebelumnya bisa kau jangkau. Kini, jangankan pulang, kabarmu seringkali hanya menjadi kemungkinan belaka. Dalam perjalanan hidup, tahun-tahun berlalu semakin membentuk matang dirimu.  Kau me...

Precipice

Of all days in August Of all the random talks Of all the time we spent amidst your busy schedule Of all the unspoken words during our lunch together Of all the unsent messages of  "how was your day?" Going deeper into the detached connection and affection,  the missing  profound and meaningful conversation, the endless emptiness and pain, and every hug and touch that should've felt like coming home Now, for  the thousand times, still leaves me wondering  if every relationship has its own precipice, what kind of precipice is manifesting ours? Kelapa Gading, 4th September 2023 When August slipped away into a moment in time and you weren't mine to lose

2:1

Betapa aneh ingatan itu tiba-tiba ia memantik kenangan  di masa lalu. Sudah lama bukan,  waktu kita saling berbagi hari? Waktu kumulai pagiku  dengan menyeduhkanmu kopi; rutinitas yang bukan hanya kuhapal dalam kepala tapi juga dalam hati. Selalu dua banding satu,  takaran kopi dan gulamu.  Selalu bertambah satu,  beban ingatanku melupakanmu.  Jakarta, 3 September